Sekapur Sirih - Sambutan Kepala Sekolah SMAS YPK OIKUMENE MANOKWARI

By admin 06 Jul 2015, 09:12:16 WIB

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas Pertolongan KasihNya sehingga SMA YPK Oikoumene Manokwari Papua Barat telah memilki Website baru yang memiliki tampilan dan fitur baru yang lebih lengkap dan inovatif sebagai untuk membawa dan menyampaikan informasi kependidikan di SMA YPK Oikoumene Manokwari Papua Barat ke penjuru dunia. Kehadiran website ini merupakan langka terobosan teknologi dalam menjawab permasalahan kemajuan pendidikan, arus informasi teknologi di Tanah Papua yang masih tertinggal kauh dibandingkan sekolah-sekolah di luar Papua. Di samping itu, penyelesaian website ini sebagai bukti karya guru bahwa para pendidik (Guru) di SMA YPK Oikoumene Manokwari telah memilki kompetensi teknologi informatika komputer yang dapat diandalkan untuk menjadi peer TIK bagi sesama sekolah lain di kabupaten Manokwari agar implementasi SIMDA, SIMDIK, SIMBOS, dan Sistem Informasi Kependidikan lainnya dapat dilaksanakan sesuai program dan harapan kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjadikan sekolah sebagai pusat informasi dunia keilmuan dan teknologi.

Kehadiran website ini tentu tidak sepenuhnya dapat menjawab semua permasalahan dan tantangan di Tanah Papua, tetapi hal ini menandakan bahwa sudah ada perubahan. Dengan demikian, diharapkan website ini menjadi bagian dari website lainnya untuk menjadi jembatan emas bagi kepentingan pengelolaan sektor pendidikan di Papua dan Papua Barat.

Adapun, kondisi ketertinggalan tersebut di atas diketahui melalui hasil survey UNESCO dalam laporannya di Manokwari terhadap kondisi pendidikan di Tanah Papua bahwa secara menyeluruh kualitas pendidikan dan mutu belajar para siswa di Papua tergolong sangat rendah. Untuk itu, diharapkan pengelolaan pendidikan di Tanah Papua akandatang harus sinergi dengan kemajuan pengelolaan pendidikan yang telah diterapkan di luar Papua, seperti di Jawa, Sulawesi, Bali, dan Sumatera. Harapan seperti ini harus diakui sebagai suatu tantangan besar yang harus dijalani oleh orang Papua sendiri untuk keluar dari keterpurukan konteks SDM yang berkualitas dan mumpuni. Hal ini tentu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab para guru, melainkan semua orang Papua; karena rating pendidikan nasional menunjukkan bahwa pendidikan di Papua masih tergolong di bawah daerah lain di Indonesia. Kenyataan ini dianggap sebagai salah satu biang yang turut berperan aktif dalam memperlemah rating pendidikan Indonesia di mata dunia, atau yang identik dengan negara-negara miskin dan terbelakang.

Dalam konteks itulah, maka dalam rangka memasuki tahapan reformasi dan realisasi undang-undang Otonomi Khusus tersebut, hendaknya dalam patron pendidikan di Papua seharusnya dapat menumbuhsuburkan secara serempak potensi-potensi IQ, EQ, CQ, dan SQ, serta adanya kemandirian/kewirausahaan yang didukung oleh kemampuan bersinergi dengan lingkungan fisik dan non-fisik yang ada. Dengan kata lain, dalam menyongsong berbagai kecenderungan yang aktual tidak ada alternatif lain selain perlu penataan kembali terhadap image dunia pendidikan di Papua dari filsafat/tujuan pendidikan sampai ke pemerintahan dan manajemen pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan substansi pengajaran secara nasional, regional dan lokal. Unsur-unsur ini merupakan unsur inti dari dunia Pendidikan. Artinya, aspek pendidikan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan hendaknya menjawab kondisi yang dialami oleh masyarakat sebagaimana deklarasi Johannesburg (Pertemuan Tingkat Dunia mengenai Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2002) hanya memusatkan perhatiannya pada pokok permasalahan mengenai keterpurukan pengelolaan pendidikan negara-negara miskin. Dalam hal ini telah dicetuskan suatu komitmen bersama para pemimpin dunia untuk membangun masyarakat dunia yang manusiawi, setara, dan peduli pada kemanusiaan yang bermartabat. Sebagai hasilnya, PBB telah menetapkan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan mulai 2005-2014.

Pada tataran perspektif tersebut, pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan merupakan konsep dinamis yang menyangkut dua dimensi, yaitu (1) dimensi kultural, dan (2) dimensi struktural. Pada dimensi kultural, kesadaran publik sangat berperan bagi tumbuhnya pendidikan yang bermutu dalam hal ini kesadaran dan pastisipasi masyarakat. Kesadaran dan partisipasi masyarakat ini patut dihargai namun tidak akan membuahkan hasil secara optimal jika proses dalam dimensi struktural tidak berjalan dengan seimbang. Sementara pada dimensi struktural, pemerintah mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memenuhi hak warga atas pendidikan bermutu untuk pembangunan berkelanjutan.

Perlu adanya sebuah gerakan pemabaharuan yang dilakukan oleh masyarakat dalam tatanan sosial, memberikan pencerahan dan kesadaran kepada masyarakat akan efektifnya tatanan organisasi dan dimensisosial-kemanusiaan diberbagai bidang untuk mengembangkan program pemberdayaan perempuan secara sistematis dan terpadu. Dan juga memberi kesempatan kepada perempuan dalam sturuktur kepemimpinan di berbagai instansi pemertahan maupun lebaga sosial kemasyrakatan lainya.

Dari berbagai permasalahan tersebut di atas, diperlukan adanya suatu langkah terobosan baru untuk merekonstruksi/mereformasi Pola Penerapan Sistem Pendidikan Nasional di Papua yang masih tertinggal jauh dengan daerah lain sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan di Tanah Papua secara merata. Peningkatan tersebut harus dikelolah dan dikembangkan oleh berbagai pihak yang memiliki kemampuan pengelolaan management SDM yang professional dan mumpuni, serta memiliki integrasi dan kecintaan yang mendalam terhadap kondisi real SDM di Tanah Papua. Kondisi ini diharapkan juga dikelolah secara efektif dan efisien sesuai konteks pengembangan iptek, seni dan budaya, sehingga dapat membangkitkan semangat yang pro-aktif, kreatif, dan produktif bagi generasi Papua yang saat ini dinilai dijajah oleh sikap pasif dan malas.
  2. Penerapan apspek-aspek tersebut harus sinergi dengan empat pilar yang direkomendasi oleh UNESCO yaitu: 1) learning to know, 2) learning to do, 3) learning to live together, dan 4) learning to be (mengembangkan kepribadian dan kemampuan untuk bertindak dengan otonomi yang lebih besar disertai oleh penilaian dan tanggung jawab pribadi).
  3. Penerapan kebijakan otonomisasi pendidikan di Tanah Papua harus sesuai dengan semangat OTSUS dan UU Otonomi Nasional No. 22 tahun 1999 pasal 11 ayat 2 yang menekankan bahwa bidang pendidikan dan kebudayaan merupakan salah satu bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota. Kemudian dalam pasal 8 ayat 1 diacu bahwa penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan masyarakat di dalamnya sebagai realisasi desentralisasi yang tidak boleh tidak memiliki konsekwensi logis berupa penyerahan dan pengalihan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia sesuai dengan kewenangan yang diserahkan tersebut. Dengan demikian, otonomi pendidikan akan berupa sistem desentralistik dalam manajemen pendidikan harus dapat mengarahkan pada berbagai kebijakan dalam proses pendidikan antara lain dalam proses belajar-mengajar sebagai alat mencapai tujuan yaitu mendorong terwujudnya partisipasi, peningkatan kualitas layanan melalui pemberdayaan lembaga pendididkan (sekolah) dan pendidik/guru dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam konteks sosial budayanya sendiri.

Untuk itulah, SMA YPK Oikoumene Manokwari yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua (YPK) Manokwari Papua Barat telah merencanakan menyelenggarakan Program Penguatan Pendidikan melalui Peningkatan Sarana dan Prasarana sebagai upaya menjembatani jalan ke arah Pembangunan Pendidikan SDM Papua yang serasi, seirama, dan berkeadilan tanpa memandang status sosial maupun gender sebagaimana tema kegiatan ini, yaitu “Strategi Pembangunan Sumber Daya Manusia Papua dalam Konteks Inovasi Pendidikan yang Berkelanjutan”. Melalui semangat yang telah terinspirasi melalui program ini, diharapkan diperoleh perkembangan yang signifikan dalam menjawab kondisi stagnasi pendidikan di Tanah Papua yang lamban dan cenderung jalan di tempat. Harapan lain agar orang Papua memiliki kompensi untuk berkompetensi dalam era milenium ketiga saat ini dengan sejumlah harapan bahwa:

  1. Perlu adanya filosofi pendidikan di Papua yang menggambarkan paradigma yang relevan dengan jiwa kebangsaan Indonesia yang di dalamnya telah tumbuh sistem demokratisasi dan kebebasan yang beradab/beraklak yang sedang dikembangkan sekarang ini dalam berbagai bentuk, yakni dalam aspek Politik Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dapat mewujudkan Manusia Papua Baru yang berkepribadian kuat.
  2. Pendidikan Papua hendaknya memiliki misi agar tercipta partisipasi masyarakat secara menyeluruh sehingga secara mayoritas seluruh komponen bangsa yang ada dalam masyarakat menjadi terdidik. Pada sisi lain tidak hanya terfokus pada penyiapan tenaga kerja, tapi lebih jauh dari itu harus memperkuat kemampuan dasar peserta didik sehingga memungkinkan baginya untuk berkembang lebih jauh sebagai individu, anggota masyarakat maupun sebagai warga negara dalam konteks kehidupan global.
  3. Pengembangan sekolah perlu menggunakan pendekatan community based education, terutama menerapkan prinsip otonomi, acountability dan quality assurance sehingga dapat mengakomodasi sosio-ekonomi/budaya lokal namun tetap mengacu pada sosio budaya nasional. Dengan demikian, lembaga pendidikan yang ada mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada masyarakat/orang tua di sekitarnya dan pemerintah setempat, namun tetap dalam koridor sistem pendidikan nasional.
  4. Substansi pendidikan dasar hendaknya mengacu pada pengembangan potensi dan kreativitas (IQ, EQ, CQ, dan RQ) dalam totalitas yang seimbang dan serasi. Pendidikan menengah dan tinggi hendaknya diarahkan pada membuka kemungkinan pengembangan individu/kepribadian secara vertikal dan horisontal. Pengembangan secara vertikal mengacu pada struktur keilmuan dan pengembangan horisontal, mengacu pada keterkaitan antarbidang keilmuan.
  5. Dalam realisasi pendidikan dalam konteks lokal adanya badan-badan pembantu dalam dunia pendidikan tetapi juga masukan dalam berbagai aspek termasuk dalam pembinaan misi, visi dan substansi (kurikulum lokal dll) pendidikan yang sesuai dengan keperluan masing-masing kabupaten maupun Papua secara menyeluruh.
  6. Dalam pembelajaran pada tingkat apa saja mesti dapat mengaktualisasi enam unsur kapasitas belajar yaitu: (i) kepercayaan (confidence), (ii) keingintahuan (curioucity), (iii) sadar tujuan (intensionality), (iv) kendali diri (self control), (v) kemampuan bergaul secara harmonis /saling pengertian (relatedness), dan (vi) mampu bekerja sama (work together) dengan pihak mana saja.

Dengan demikian, atas keberhasilan pembuatan website SMA YPK Oikoumene Manokwari Papua Barat ini, maka Semua keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan, dukungan, motivasi, arahan, dan saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, selaku kepala Sekolah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian Website ini, khususnya rekan-rekan guru dan Staf tata Usaha SMA YPK Oikoumene Manokwari Papua Barat yang dengan sabar dan setia menata tampilan dan mengisinya dengan data dan berita pendidikan agar dapat eksis dengan mantap untuk menyampaikan informasi dan menerima informasi, baik secara horisontal dengan pengguna jasa pendidikan di SMA YPK Oikoumene Manokwari maupun secara vertikal dengan Lembaga-lembaga Pemerintah terkait maupun dengan PSW Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua di Manokwari dan Pusat YPK di Jayapura.

Terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan juga kepada Bapak Barnabas Dowansiba, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Manokwari yang telah memberikan arahan, petunjuk, dan dukungan moril secara langsung kepada kami untuk penyelesaian program informasi sekolah berbasis internet pada tahun 2013 ini. Dan, tak lupa ucapan terima kasih yang tulus kepada Tim Kerja Guru Website dan Komite SMA YPK Oikoumne Manokwari atas kerja keras dan kerjasamanya dalam penyelesaian website ini. Semoga Ketulusan dan kerjasama saudara yang diberikan menjadi berkat bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan di SMA YPK Oikoumene Manokwari. Akhirnya, semoga segala amal dan budi baik dari semua pihak yang telah membantu kami kiranya diberikan rahmat, berkah, dan kemudahan dari Allah. Aamiin.